KOPERASI SUKSES

KOPERASI TELEKOMUNIKASI SELULAR (KISEL)

Sekilas Kisel

Melalui amalgamasi, ekspansi dan transformasi yang dilakukan telah memperkokoh bisnis kisel dalam skala yang lebih besar dan tumbuh dengan 2 (dua) ‘wajah’ organisasi (koperasi & korporasi) yang tidak bisa dipisahkan, sehingga kisel lebih lincah dalam melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan bergerak melayani pasar (ekspansi pasar).

Koperasi Telekomunikasi Selular (kisel) adalah lembaga penyedia jasa Distribution Channel (Penjualan dan Distribusi), General Service (Layanan Umum) dan Telco Infrastructure (Layanan Infrastuktur Telekomunikasi), dengan jaringan kantor operasional sebanyak 58 buah kantor wilayah/cabang yang tersebar dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga Provinsi Papua dan didukung oleh 3.778 orang anggota dengan mayoritas anggota adalah karyawan PT Telkomsel.

Secara umum, bisnis Distribution Channel menjadi medium bagi industri telco untuk menyalurkan produknya dari pusat metropolitan sampai ke pelosok negeri. Telco Infrastructure menjadi medium bagi operator telco untuk menyelesaikan berbagai bagian dari bisnis proses di infrastrukturnya. Sedang General Service menjadi medium bagi semua pelaku usaha terkait dengan kebutuhan akan Layanan Umum.

Perjalanan bisnis kisel dimulai dengan mengembangkan usaha yang relatif modern, di luar kebiasaan lembaga yang bernama koperasi, di mana saat itu kisel terlibat banyak dalam bisnis yang mendukung kegiatan Telkomsel.

Sejak pendiriannya tahun 1996 hingga tahun 2000 bidang yang saat itu dibutuhkan antara lain pemenuhan kebutuhan SDM penunjang, pekerjaanpekerjaan yang terkait dengan tagihan (invoice), dan beberapa dukungan kebutuhan yang sifatnya lokal. Mulai saat itu terbangunlah embrio di semua wilayah operasi Telkomsel.

Di samping external driver yang bersumber dari stakeholder/customer, secara internal para Pengurus melakukan berbagai pemikiran
pengembangan usaha. Pada periode 2000 – 2010, perkembangan dan kecepatan pertumbuhan customer/Telkomsel telah mengkondisikan kisel untuk melakukan penambahan lingkup usaha.

Antara tahun 2010 – 2012 dilakukan transformasi untuk mengembangkan kisel sebagai lembaga bisnis yang modern, melalui berbagai inisiatif. Semangat yang diluncurkan adalah memperkokoh pondasi dan percepatan pengembangan bisnis, peningkatan profesionalisme, pengintegrasian dan pengontrolan proses bisnis.

Pondasi ini memudahkan kisel sebagai lembaga koperasi untuk lebih lincah dalam melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan
bergerak melayani pasar (ekspansi pasar).

Sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan lingkungan industri ini, kisel terus dikembangkan untuk menjadi pendukung yang
handal bagi tumbuh dan berkembangnya industri telekomunikasi di Indonesia. Dalam perjalanannya ada beberapa hal yang signfikan yang telah dicapai kisel antara lain sebagai salah satu Authorized Distributor tingkat Nasional, berperan dalam ikut menggelar program besar di Indonesia seperti USO, menjadi Official Partner untuk beberapa perusahaan Telkom Group secara Nasional, dan lain sebagainya.

VISI

Menciptakan model koperasi terbaik di Indonesia dengan daya saing berkelas dunia.

NILAI INTI

  • Integritas – amanah, transparan, bertanggung jawab
  • Sinergi – komunikasi, teamwork, adil, sukses bersama
  • Kompetensi – berorientasi nilai tambah untuk Pelanggan
  • Berpikir Terbuka – demi kemajuan yang berkesinambungan

MISI

  • Menjadi role model mitra strategis dalam distribusi Produk Telekomunikasi.
  • Menjadi yang terdepan dalam penyediaan jasa pendukung industri telekomunikasi pada khususnya,
    serta industri-industri terpilih lainnya di Indonesia.
  • Menjadi badan usaha yang sehat dan bertumbuh.
  • Menciptakan kesinambungan kesejahteraan bagi para anggota melalui sinergi berlandaskan saling
    berbagi dan sukses bersama.
  • Menjadi role model dalam hal perkoperasian di Indonesia

MITRA KISEL

Hampir 99,7% bisnis kisel dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan PT Telkomselsebagai induk dari kisel. Mulai dari Bisnis Sales yang ditahun 2011 memberikan kontribusi Revenue hampir 73,33% diikuti bisnis General Service Commerce 12%, TIS 10%, disusul BPO Logistic Management 2% dan Service Participant dan Anak Perusahaan masing-masing 1%.

Tahun 2011 dijadikan kisel sebagai tahun ekspansi bisnisnya yang tujuan untuk meningkatkan daya saing dan volume bisnis kisel. Dengan berbekal pengalaman melayani Telkomsel selama 15 tahun, kisel mencoba mengembangkan sayap bisnisnya sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan lingkungan industri ini dengan menjadi penopang yang handal bagi tumbuh dan berkembangnya industri telekomunikasi di Indonesia.

Tercatat di tahun 2011, kisel mendapatkan kepercayaan untuk melayani bisnis dari beberapa mitra non Telkomsel dengan total nilai bisnis dari mitra non Telkomsel selama tahun 2011 sebesar Rp7,79 Milyar atau 0,3% dari total nilai bisnis seluruh mitra , antara lain :

  1. PT Indonusa Telemedia (Telkom Vision) untuk kerjasama bidang sales Pay TV yang memberikan kontribusi nilai bisnis sebesar Rp3,6 milyar atau 46,19% terhadap seluruh nilai bisnis kisel dari mitra non Telkomsel.
  2. PT Daya Mitra Telekomunikasi untuk kerjasama bidang Maintenance Rutin yang memberikan kontribusi nilai bisnis sebesar mencapai Rp2,25 milyar atau 28,87% terhadap seluruh nilai bisnis kisel dari mitra non Telkomsel.
  3. PT Bank Mega, Tbk untuk kerjasama bidang Survey Calon Pemegang Visa yang memberikan kontribusi nilai bisnis sebesar Rp1,13 Milyar atau 14,49% terhadap seluruh nilai bisnis kisel dari mitra non Telkomsel.
  4. PT Surveyor Indonesia Cabang Surabaya untuk kerjasama Survey Integritas Pelayanan Publik yang memberikan kontribusi sebesar Rp0,67 milyar terhadap seluruh bisnis kisel atau 8,57% terhadap bisnis General Service kisel.
  5. PT Pos Indonesia Divisi Regional Jatim untuk kerjasama bidang Pengadaan IT yang memberikan kontribusi nilai bisnis sebesar Rp0,08 milyar atau 1,01% terhadap seluruh nilai bisnis kisel dari mitra non Telkomsel.
  6. BNI Cabang Renon Denpasar untuk kerjasama bidang Distribusi Rekening Koran yang memberikan kontribusi nilai bisnis sebesar
    Rp0,07 Milyar atau 0,88% terhadap seluruh nilai bisnis kisel dari mitra non Telkomsel.

BISNIS KISEL

GENERAL SERVICE

Merupakan medium bagi berbagai pelaku usaha yang terkait dengan kebutuha akan layanan umum yang didukung oleh 58 Kantor Wilayah dan Cabang di seluruh Indonesia.

Selama belasan tahun kisel berpengalaman dalam penyediaan produk dan jasa penunjang operasional bisnis dan perkantoran, baik pada Industri Telekomunikasi maupun non-Telekomunikasi di Indonesia.

Di bidang General Service (Layanan Umum), kisel antara lain konsisten menjadi supporting di beberala value chain Telkomsel, antar lain :

1. Proses manajemen pelanggan postpaid (penjualan, survey validas, printing, invoicing, sampai dengan collection);

2. Penyedia jasa / tenaga penunjang office support (outsourcing);

3. Ticketing dan jasa Event Organizing;

4. Jasa Kuliner;

5. Manajemen Transportasi;

6. BPO outsource logistic SIM Card.

TELCO INFRASTRUKTUR

Merupakan medium bagi operator telekomunikasi untuk menyelesaikan berbagai kegiatan yang terkait dengan proses bisnis pada sisi infrastruktur yang tersebar di 58 kantor Wilayah dan Cabang di seluruh Indonesia/

Industri Telekomunikasi telah digeluti kisel selama belasan tahun, khususnya dalam melakukan pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri telekomunikasi Indonesia dalam hal kehandalan jaringan kisel menyediakan :

1. Jasa Site Management;

2. Power Management;

3. Network Monitoring;

4. Construction.

SALES & DISTRIBUTION

Merupakan medium bagi industi telekomunikasi untuk menyalurkan berbagai produknya sampai ke seluruh pelosok tanah air.

Sampai dengan akhir 2011 Dealer Operational Account (DOA) kisel mencapai ± Rp.40 milyar / minggu. Jaringan penualan dan distribusi yang dimiliki kisel untuk menyalurkan produk layanan telekomunikasi (kartu Halo, Simpati, Kartu As, voucer isi ulang, gadget) :

  • 27 Cluster
  • 33 Grapari Kios
  • 41 Own Shop / Branch Office
  • 530 kios Halo
  • 2 Topup Store
  • 58 Kantor Cabang kisel

 

sumber : http://www.kiselindonesia.com

Tanggapan tokoh masyarakat

Geliat pertumbuhan koperasi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, sebuah indikator bahwa koperasi telah menjadi kebutuhan masyarakat kini, baik dalam kebutuhan usaha maupun kehidupan sehari-hari. Meski demikian dalam pertumbuhannya bukan berarti koperasi tanpa menghadapi kendala terutama dalam keterbatasan modal dan sumberdaya manusia.
Namun demikian menurut Menteri Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan, pihaknya terus memberikan pendampingan bagaimana mengelola keuangan dan pelatihan bagi pengelola koperasi sehingga lebih professional. Dengan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip koperasi tanpa mengubah jati diri koperasi itu sendiri.
Ia mengatakan, diperlukan suatu upaya yang komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi, meningkatkan fungsi dan peran nyata dari koperasi dalam memberikan pelayanan kepada anggota masyarakat, membenahi praktik atau ketatalaksanaan koperasi secara baik dan benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan mendorong pengembangan koperasi menjadi berskala besar sehingga memiliki kemampuan prima melayani para anggotanya.
Program GEMASKOP yang secara garis besarnya mempunyai 3 (tiga) tuluan, yaitu :
1. Mengajak masyarakat untuk berkoperasi
2. Membenahi kualitas kelembagaan dan usaha koperasi sesuai dengan nilai, prinsip dan jati diri koperasi
3. Mengembangkan koperasi yang ada menjadi berskala besar.

Tanggapan saya :
Menurut saya melalui gerakan Gemaskop yaitu keinginan untuk mencapai masyarakat demand koperasi sehingga koperasi menjamur di dalam masyarakat sebagai sarana untuk meningkatkan usaha dan kehidupan mereka. Selain itu juga bisa mengajak masyarakat berkoperasi baik membangun atau mendirikan koperasi baru maupun berpartisipasi aktif pada koperasi yang ada. Ini juga merupakan proses bertahap dan membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan internalisasi agar memperoleh pemahaman utuh, dan tahapan aktualisasi berupa aktivitas perkoperasian.

TULISAN 20

PREDIKSI EKONOMI INDONESIA TAHUN 2012

 

PREDIKSI EKONOMI INDONESIA TAHUN 2012

“Tidak Ada Masa Depan Buat Orang-Orang Pesimis yang Terlalu Mengkhawatirkan Kemajuan Ekonomi Negaranya. Masa Depan Ada Pada Orang-Orang Yang Berpikir Optimis, Yang Bekerja Keras Untuk Mengurangi Risiko, Dan Berjuang Total Untuk Meningkatkan Kemajuan Ekonomi Negaranya Melalui Kecerdasan Kreatifnya.” – Djajendra

Memasuki tahun 2012 sebagian orang merasa khawatir oleh krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Eropa dan Amerika Serikat. Selama ini, dominasi dari kekuatan ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sangat luar biasa pengaruhnya terhadap perekonomian global. Oleh karena itu, wajar saja bila banyak orang selalu melihat perilaku ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sebagai alat ukur untuk menyelamatkan nilai dari kekayaan yang mereka miliki.

Setelah melakukan pembelajaran dan mengutak-atik angka-angka untuk memprediksi perekonomian Indonesia di tahun 2012, hasilnya lebih kurang sama saja seperti yang sudah dibicarakan oleh banyak ahli dan pengamat ekonomi. Ekonomi Indonesia masih dijalan yang baik dan tetap akan memberikan pertumbuhan positif yang kemungkinan besar bertumbuh diantara 5,5% – 6,5% dengan inflasi di level 5% – 7%, dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat akan berada di level 8900 – 9300.

Secara intuitif saya merasakan bahwa perekonomian Indonesia akan bertumbuh secara stabil dalam jangka waktu yang lebih panjang. Oleh karenanya, tahun 2012 adalah tahun yang sangat optimistis buat mengarahkan ekonomi Indonesia kepada jalur yang diinginkan, agar dapat memberikan kesejahteraan buat masyarakat banyak. Oleh karena itu, mengarahkan dan memotivasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui sektor industri dan perdagangan berbasis sumber daya alam, sumber daya manusia kreatif, dan pariwisata akan membuat ekonomi Indonesia semakin tangguh di tahun 2012.

Risiko dari perasaan khawatir terhadap keadaan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat akan berdampak kepada sektor keuangan dan sektor pasar modal. Akibatnya, kemungkinan besar para investor lebih suka menyimpan uang mereka di logam mulia emas atau pun di properti. Properti yang kemungkinan akan diincer adalah tanah, dan biasanya investasinya bersifat jangka panjang dan tidak likuid.

Kekuatan pasar domestik Indonesia sangatlah luar biasa. Kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih suka berbelanja daripada menabung telah menjadi sebuah kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi. Sebab, uang akan terus berputar dan dalam setiap putaran uang tersebut akan menciptakan nilai tambah ekonomi.

Kecerdasan untuk mengelola potensi, dan memotivasi pertumbuhan pasar domestik oleh pihak yang berwenang. Khususnya, untuk memudahkan produk dan jasa buatan dalam negeri agar dapat menjadi lebih efektif, kreatif, produktif, efisien, dan berdaya saing unggul dibandingkan produk import, akan menjadikan ekonomi Indonesia lebih kuat dan tidak perlu takut terhadap keadaan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Tahun 2012 adalah tahun yang sangat tepat untuk Indonesia buat menyiapkan sistem perdagangan dan investasi yang kuat. Termasuk, menyiapkan kapasitas dan keunggulan daya saing industri Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan dan jasa di waktu yang akan datang; agar Indonesia tetap unggul saat berhadapan dengan ekonomi China, India, dan negara-negara penghasil produk murah lainnya.

Upaya terhadap pemulihan ekonomi Eropa dan Amerika serikat di tahun 2012 kemungkinan tidak terlalu optimis. Tetapi, ekonomi Eropa dan Amerika Serikat tidak akan lebih memburuk dibandingkan tahun 2011. Oleh karena itu, pemikiran dan perkiraan yang mengkhawatirkan resesi ekonomi yang lebih buruk di Amerika Serikat dan Eropa kemungkinan besar tidak akan terjadi.

DJAJENDRA

Sumber : http://djajendra-motivator.com/?p=3423

 

TULISAN 19

Tahun Ini, Tak Semua UKM Terkena Pajak

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmani, menyatakan tidak semua pelaku usaha kecil menengah tahun ini akan dikenakan pajak. Dia menyatakan pajak akan diberlakukan secara bertahap. “Jadi bisa saja potensi penerimaannya tahun depan. Tapi dimulainya dari tahun 2013,” kata Fuad di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Selasa malam, 8 Januari 2013.

Fuad membantah jika kebijakan pemberlakuan pajak untuk pelaku usaha kecil untuk menggenjot penerimaan pajak yang tahun 2013. Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan pendidikan kepada semua pelaku usaha dan warga negara agar membayar pajak.

“Saya sendiri belum hitung berapa perkiraan pendapatan. Yang penting itu ekstensifikasi. Apakah nanti dapatnya besar atau tidak saya enggak tahu. Sleian itu, bukan berarti juga mereka tahun ini bayar pajak, bisa tahun depan,” katanya.

Menurut Fuad, yang menjadi sasaran Ditjen Pajak adalah kelompok usaha kecil yang omzetnya Rp4,8 miliar. “Tapi kan itu omzetnya enggak kecil. Lihat di Mangga Dua sana, mereka incomenya besar dan kaya-kaya. Jadi ini untuk mendidik semua orang di Indonesia bayar pajak yang mampu,” kata Fuad.

Ditjen Pajak Kemenkeu telah menyiapkan rancangan dalam bentuk Peraturan Pemerintah terkait penarikan pajak kelompok usaha kecil berdasarkan omsetnya, yaitu 1 persen untuk usaha dengan omset Rp0-Rp4,8 miliar. Pungutan pajak ini memiliki pengecualian untuk pedagang yang usahanya tidak tetap,seperti pedagang bakso keliling dan lainnya

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/01/09/090453030/Tahun-Ini-Tak-Semua-UKM-Terkena-Pajak

TULISAN 18

Krisis Utang, Jumlah Pengangguran di Eropa Tembus Rekor Lagi

Wahyu Daniel – detikfinance

Selasa, 08/01/2013 17:52 WIB

 

Brussels – Tingkat pengangguran di Eropa makin mengkhawatirkan akibat krisis utang yang melanda kawasan tersebut. Menurut data teranyar, hingga November 2012 lalu, persentase pengangguran di Eropa tembus rekor menjadi 11,8%.

Menurut data Uni Eropa, tingkat pengangguran ini naik dari Oktober 2012 yang mencapai 11,7%. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaannya selama November di 17 negara Eropa yang menggunakan mata uang euro mencapai 19 juta orang, naik lebih dari dua juta jiwa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara di keseluruhan negara-negara Eropa, jumlah pengangguran sudah melebihi 26 juta orang untuk pertama kalinya, termasuk Inggris dan Polandia.

Dikutip dari AFP, Selasa (8/1/2013), negara di Eropa yang mencatat pengangguran terbanyak adalah Spanyol akibat krisis utang paling buruk. Tingkat pengangguran di Spanyol mencapai 26,6%, lebih buruk daripada Yunani.

Sementara tingkat pengangguran berumur di bawah 25 tahun di Spanyol dan Yunani mencapai 57%.

Jumlah pengangguran Eropa di November 2012 ini paling tinggi dibandingkan Amerika Serikat 7,8% dan Jepang 4,1%.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2013/01/08/174728/2136527/4/krisis-utang-jumlah-pengangguran-di-eropa-tembus-rekor-lagi?

TULISAN 17

PPN Memasukkan Barang ke Batam

– detikfinance

Selasa, 22/05/2012 10:32 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame

 

Jakarta Pertanyaan: Kami adalah perusahaan dengan SIUP Kecil. Badan Usaha kami ditunjuk sebagai penyedia barang oleh instansi pemerintah yang ada di kota Batam. Barang itu akan dipakai di kota Batam. Nah yang ingin kami tanyakan, apakah nantinya bendahara dari kantor pemerintah itu akan memungut PPN dari transaksi kami, mengingat barang yang kami pasok itu berasal dari luar Batam. Lagipula perusahaan kami bukan berdomisili di Batam. Apakah kena PPN?

Jawaban:
Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2011 menyebutkan kawasan Batam ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas untuk jangka waktu 70 (tujuh puluh) tahun sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah tersebut.

Selanjutnya, Pasal 17 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta berada di kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas menyebutkan Pemasukan Barang ke Kawasan Bebas dari tempat lain dalam Daerah Pabean melalui pelabuhan atau bandar udara yang ditunjuk, tidak dipungut PPN.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK.03/2003 tanggal 24 Desember 2003, Pemungut PPN adalah Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN).

Berdasarkan penjelasan di atas, apabila transaksi pemasukan Barang Kena Pajak (BKP) ke Batam, yaitu kepada Bendaharawan Pemerintah dari tempat lain dalam daerah pabean dan dalam hal perusahaan yang menyerahkan adalah pengusaha yang dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak (PKP), maka perusahaan Bapak/Ibu wajib menerbitkan Faktur Pajak dengan Kode Transaksi diisi dengan 02 digunakan untuk penyerahan kepada Pemungut PPN Bendahara Pemerintah.

Selanjutnya, Faktur Pajak tersebut harus dicap ‘Tidak Dipungut PPN/PPnBM berdasarkan PP Nomor 10 Tahun 2012.’

Sumber : http://finance.detik.com/read/2012/05/22/103230/1921490/689/ppn-memasukkan-barang-ke-batam?

TULISAN 16

Daftar 11 Aturan Pajak Baru

 

Jakarta – Selama Agustus 2012 lalu, setidaknya ada 11 aturan baru perpajakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat Menteri Keuangan Dirjen Pajak. Apa saja?

Berikut daftar 11 aturan pajak tersebut:

1. Batasan Rumah Sederhana direvisi kembali. Jika sebelumnya yang dikategorikan sebagai rumah sederhana adalah rumah yang harga jual tidak melebihi Rp 70 Juta. Namun sejak 3 Agustus 2012, pemerintah merevisi batasan harga jual berdasarkan wilayah, yaitu :
a. Rp 88 Juta, untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Sulawesi, tidak termasuk Batam, Bintan, Karimun, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
b. Rp 95 Juta, untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bali, Batam, Bintan, Karimun, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
c. Rp 145 Juta, untuk wilayah Papua dan Papua Barat

(Permenkeu No.PER-125/PMK.011/2012 tanggal 3 Agustus 2012)

2. Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak (KLU) telah berubah per 1 Agustus 2012. Maka dalam Lampiran Induk SPT Masa PPN untuk masa pajak mulai bulan Agustus 2012, KLUnya disesuaikan dengan KLU yang baru. (Kepdirjen No. KEP-233/PJ./2012 tanggal 1 Agustus 2012)

3.Sejak 1 Juli 2012, BUMN kembali ditunjuk sebagai pemungut PPN. Namun BUMD tidak ditunjuk kembali sebagai pemungut PPN. Sebagai badan pemungut, BUMN wajib memungut PPN dan PPnBM pada saat :
a. penyerahan BKP/JKP
b. penerimaan pembayaran sebelum penyerahan BKP/JKP
c. penerimaan pembayaran termin. Sementara kewajiban pemungutan PPN bagi BUMD baru terjadi pada saat penagihan.
(Permenkeu No. 85/PMK.03/2012 tanggal 6 Juni 2012)

4. BUMN sebagai badan pemungut, wajib melaporkannya transaksinya ke KPP BUMN dengan menggunakan SPT Masa PPN dilampiri dengan Daftar Nominatif FP dan SSP sesuai dengan fotmat dan bentuk yang tercantum dalam ketentuan ini.
(PerMenkeu No. 136/PMK. 03/2012 Tanggal 16 Agustus 2012)

5. Mulai 2 Juli 2012, WP Badan yang akan menyampaikan e-SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2011 dan seterusnya, menggunakan aplikasi e-SPT yang terbaru, yaitu aplikasi ‘e-SPT Tahunan PPh Tahun 2011’, tidak boleh lagi menggunakan aplikasi sebelumnya ‘e-SPT Tahunan PPh Tahun 2009’.
(Perdirjen No.PER-16/PJ./2012 tanggal 2 Juli 2012)

6. Benchmark Behavioral Model (BBM) adalah metodologi baru yang dikembangkan DJP dari metode sebelumnya yaitu Total Benchmarking. BBM ini akan digunakan DJP sebagai petunjuk kegiatan penggalian potensi WP Badan.
(Surat Edaran Dirjen Pajak No.SE-40/PJ./2012 tanggal 16 Agustus 2012)

7. Tanpa ada permohonan dari WP, Kepala kanwil dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi PBB dan mengurangkan atau membatalkan SPPT, SKP PBB atau STP PBB yang tidak benar, secara jabatan.
(Perdirjen No.PER-17/PJ./2012 tanggal 6 Agustus 2012)

8. Mulai 7 Agustus 2012, syarat bagi WP yang mengajukan permohonan penghentian penyidikan tindak pidana pajak adalah surat pengakuan bersalah dan bukti penyerahan jaminan pelunasan dalam bentuk escrow account. Total yang harus dibayar menjadi sebesar 5x lipat utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan.
(Permenekeu No. 129/PMK.03/2012 tanggal 7 Agustus 2012)

9. Bagi WP yang memiliki NPWP Ganda, Dirjen Pajak dapat melakukan penghapusan NPWP secara jabatan, sehingga menjadi 1 NPWP yang aktif. Namun penghapusan ini, tidak menghapus utang pajak yang melekat pada NPWP yang dihapus tersebut.
(Surat Edaran Dirjen Pajak No.SE-36/PJ./2012 tanggal 2 Juli 2012)

10. Tiga Kanwil yang direncanakan memberikan kontribusi penerimaan pajak terbesar dalam tahun anggaran 2012, adalah dari kanwil WP besar, Kanwil Jakarta Khusus dan Kanwil Jakarta Selatan.
(Kepdirjen Pajak No.KEP-253/PJ./2012 tanggal 16 Agustus 2012)

11. Pembelian avtur untuk penerbangan international tidak terutang PPN, namun jika dipindahtangankan avtur bebas PPN yang sudah dibeli maskapai penerbangan kepada pihak lain, maka PPN terutang yang tidak dipungut wajib dibayar dalam jangka waktu 30 hari kalender terhitung sejak tanggal pengalihan. Jika tidak, Dirjen apakan menerbitkan SKPKB ditambah sanksi.
(PP No. 71 Tahun 2012 tanggal 13 Agustus 2012)

Sumber : http://finance.detik.com/read/2012/12/03/103600/2107557/9/daftar-11-aturan-pajak-baru?

TULISAN 15

Asuransi Mikro Penting untuk Masyarakat Miskin

 

Asuransi ini diharapkan sebagai salah satu cara melindungi masyarakat tersebut, sekaligus membawa Indonesia lebih dekat untuk mencapai inklusi keuangan. Oleh sebab itu, sejumlah permasalahan yang masih menghambat dalam penyediaan asuransi mikro akan dibahas dalam forum Bursa Asuransi Mikro yang diselenggarakan di Jakarta, selama 26-27 Oktober 2011 .

“Kejadian-kejadian tak terduga dalam hidup seperti jatuh sakit, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, gagal panen atau kematian memiliki dampak besar bagi siapapun. Namun dampak dari kejadian-kejadian tersebut jauh lebih parah bagi rumah tangga berpendapatan rendah,” ujar Stefan, dalam acara Bursa Asuransi Mikro, di Jakarta, Rabu ( 26/10/2011 ).

Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, maka penting bagi keluarga miskin untuk mendukung diri mereka sendiri dan memitigasi risiko tersebut tanpa beban keuangan tambahan.

Asuransi mikro sebenarnya adalah salah satu komponen kunci bagi strategi nasional untuk inklusi keuangan di Indonesia. Maksudnya, ada penyediaan produk-produk asuransi berbiaya rendah untuk segmen pasar yang luas dan belum dilayani hingga saat ini. Apalagi masih ada sekitar 77 juta penduduk yang tidak memiliki asuransi atau tabungan.

Terhadap pangsa pasar yang besar itu, perusahaan asuransi swasta sebenarnya sudah melirik untuk mengembangkan produk di segmen pasar tersebut. Namun, masih ada sejumlah faktor yang masih menghambat perkembangan asuransi mikro di Indonesia. Di sisi lain, permintaan akan asuransi masih minim. Ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Dan, memang produk-produk asuransi yang ditujukan untuk menanggapi kebutuhan masyarakat miskin masih kurang.

Sedangkan dari sisi penyedia jasa, kontrak asuransi (polis) cukup rumit untuk dimengerti, penagihan klaim yang memakan waktu dan penuh birokrasi, serta adanya biaya transaksi yang tinggi. Hal-hal ini menjadikan produk asuransi saat ini belum terjangkau bagi masyarakat miskin.

Oleh sebab itu, dalam mengatasi sejumlah masalah ini, Bank Dunia bersama dengan Dewan Asuransi Indonesia dan International Finance Corporation mengadakan Bursa Asuransi Mikro. Stefan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan di Indonesia untuk belajar dari pengalaman internasional dalam menyediakan perlindungan bagi masyarakat miskin.

Sumber : http://www.beritadulu.com/1333-asuransi-mikro-penting-untuk-masyarakat-miskin.html

TULISAN 14

Nokia Tersandung Kasus Pajak di India

Penulis : Eny Prihtiyani | Rabu, 9 Januari 2013 | 09:36 WIB

 

1

Ilustrasi: Salah satu kantor Nokia di White Plains, New York Amerika Serikat

CHENNAI, KOMPAS.com — Perusahaan telepon seluler raksasa asal Finlandia, Nokia, tengah tersandung kasus pajak di India. Otoritas India tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penggelapan pajak senilai 545 juta dollar AS.

Pemeriksaan dilakukan di pabrik Nokia yang berlokasi di India selatan. Otoritas pajak India telah mengunjungi pabrik Nokia di Chennai.

“Kami sepenuhnya bekerja sama untuk memastikan mereka mendapatkan informasi yang diperlukan untuk membantu dalam penyelidikan mereka,” kata juru bicara Nokia dalam sebuah pernyataan seperti dikutif AFP, Rabu (9/1/2013).

India menjadi salah satu pasar ponsel terbesar di dunia. Nokia menempati urutan kedua di India. Pabrik di Chennai memproduksi lebih dari 20 jenis model ponsel.

Kepala Kantor Pajak Chennai komisaris S Kannan Senthamarai mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap Nokia karena dugaan penggelapan pajak senilai 545 juta dollar AS. Nokia tidak satu-satunya perusahaan multinasional yang menghadapi penggelapan pajak di India.

Tidak hanya Nokia yang tersandung kasus pajak di India. Perusahaan ponsel asal Inggris, Vodafone, juga masih berutang pajak senilai 2 miliar dollar AS.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/09/09364127/Nokia.Tersandung.Kasus.Pajak.di.India

TULISAN 13

Ekonomi Indonesia 2013 Diyakini Sangat Baik

Penulis : Tjahja Gunawan Diredja | Senin, 26 November 2012 | 16:59 WIB

SHUTTERSTOCK Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Perekonomian Indonesia tahun 2013 diyakini akan berkinerja amat baik oleh banyak pihak, khususnya otoritas ekonomi dan moneter. Sikap optimistis diperlihatkan oleh hampir semua pihak yang memublikasikan prakiraan ilmiah dan akademis.

Bahkan, pengamat yang cukup kritis atas beberapa aspek ekonomi sekalipun pada umumnya tetap menilai kondisi perekonomian nasional akan membaik dan stabil, terutama dilihat dari aspek makroekonomi.

Dalam satu bulan terakhir, beberapa prakiraan indikator ekonomi 2013 memang telah direvisi menjadi tak sebagus yang diutarakan pada bulan-bulan sebelumnya. Revisi yang penting di antaranya adalah berupa koreksi prakiraan angka pertumbuhan ekonomi.

Namun, tingkat pengoreksian terbilang kecil sehingga nuansa optimistis itu tetap bertahan. Indikator makroekonomi beserta alat analisis yang tersedia memang cukup mendukung adanya prakiraan perekonomian Indonesia tahun 2013 yang masih akan berkinerja bagus dan mengundang sikap optimistis otoritas ekonomi dan moneter.

Indikator dimaksud antara lain mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran internasional, dan pengangguran, termasuk berbagai indikator rincian atau derivasinya. Hanya, ada aspek yang beberapa indikator dan dinamikanya cenderung ditafsirkan mendua. Padahal, pengaruhnya teramat besar.

Hal itu adalah kondisi perekonomian global, khususnya terkait dengan krisis keuangan Eropa dan isu pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Tiga sampai enam bulan lalu, pemulihan kondisi perekonomian global diyakini akan berjalan lancar. Dampak positifnya bagi Indonesia dianggap cukup signifikan sehingga prakiraan optimistis memiliki tambahan dasar argumen.

Sebulan terakhir ini ada koreksi dan penambahan bobot risiko atas krisis Eropa. Pemulihan ekonomi Amerika Serikat dinilai memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.

Dampak krisis global

Seandainya pun Eropa belum bisa keluar dari krisis dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat masih berjalan lambat, otoritas ekonomi Indonesia masih yakin akan aman dari dampak buruknya, terutama karena alasan masih kuatnya perekonomian (pasar) domestik dan hubungan yang lebih erat ke negara-negara Asia.

Bagaimanapun, argumen untuk optimistis menjadi sedikit berkurang, terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi yang dianggap hanya akan meningkat setara dengan tahun 2012. Prakiraan ekonomi Indonesia 2013 yang dikeluarkan oleh BRIGHT Indonesia Institute di Jakarta, Senin (26/11/2012), mencoba memperluas perspektif dan memperpanjang horizon waktu analisis.

Menurut Lukman Hakim, Managing Director BRIGHT Indonesia Institute, cara pandang yang biasa dikemukakan oleh otoritas ekonomi tetap akan digunakan, tetapi hal-hal yang tersirat dari indikator juga akan dipertimbangkan. Adapun tambahan utama dalam perspektif adalah yang terkait dengan dinamika sosial politik dalam negeri.

Horizon waktu diperluas dengan menarik mundur beberapa tahun serta mencoba membuat pradugaan atas dinamika tahun berikut setelah 2013.

BRIGHT memaparkan prakiraan dengan nuansa yang tidak terlampau optimistis, tetapi juga tak bermaksud menyokong sikap pesimistis, tetapi lebih realistis.

Sebagian analisis yang bermuatan penilaian “kurang baik” lebih dimaksudkan bagi peringatan dini serta rekomendasi agar segera diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan cepat.

Jika harus dinyatakan dalam beberapa kalimat, Indonesia Economic Outlook 2013 ini akan berbunyi sebagai berikut: “Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 masih akan memperlihatkan kinerja makroekonomi yang amat baik. Bahkan, termasuk di antara negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi. Namun, gejala pemburukan akan mulai segera terlihat yang jika tak terantisipasi berpeluang memperlambat atau bahkan menghentikan kecenderungan perbaikan selama beberapa tahun terakhir.

Kerentanan perekonomian global akan bisa menjadi gangguan yang serius dan pada akhirnya menyeret ekonomi nasional ke pusaran krisis pada 2014. Kemungkinan itu menjadi lebih terbuka karena adanya pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014 yang sedikit banyak melabilkan kondisi sosial politik yang berdampak pada dinamika ekonomi.”

Awalil Rizky, peneliti senior BRIGHT Indonesia Institue, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 diperkirakan bertengger di level 5,9 persen, inflasi di kisaran 5 persen. Neraca pembayaran internasional akan defisit sekitar 3 miliar dollar AS sampai 5 miliar dollar AS, kurs rupiah terhadap dollar AS secara rata-rata Rp 9.800, angka pengangguran terbuka hanya akan sedikit menurun di tingkat 6 persen.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/26/1659222/Ekonomi.Indonesia.2013.Diyakini.Sangat.Baik